200 Peserta Didik SMAN 1 Tenggarong Jalani Tes Urine
TENGGARONG. Ada sekitar 200 peserta didik kelas XII SMAN 1
Tenggarung mengikuti tes urine yang dilakukan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK)
Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Satreskoba Polres Kukar, tes
urine terlaksana di Aula SMAN 1 Tenggarong, Rabu (20/092017) pekan lalu.
Waka Kesiswaan SMAN 1 Tenggarong, Jafar Sodik, mengatakan, tes urine ini bertujuan untuk membebaskan pelajar atas ketergantungan dari narkoba yang saat ini kian merajalela dan menyasar di kalangan pelajar.
“SMAN 1 Tenggarong menjadi yang pertama tes urine untuk tingkat
SLTA, Kami ingin pelajar SMAN 1 Tenggarong bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Karena narkoba dapat merusak generasi muda” katanya.
Ia mengemukakan, tes urine ini digelar mendadak. Pada saat
pelaksanaan tes, pintu gerbang sekolah sengaja ditutup rapat untuk menghindari
para pelajar keluar, ada 3 siswa yang absen sekolah karena sakit sehingga tidak
bisa mengikuti tes urine
“Ke depan kegiatan tes urine akan digelar rutin setiap 6 bulan
sekali. Bahkan, tes urine tidak hanya dilakukan kepada pelajar, namun juga guru
dan staf di SMAN 1 Tenggarong, jika dalam tes kali ini ada siswa kami yang
positif menggunakan narkoba, kami akan berkoordinasi dengan BNK untuk melakukan
rehabilitasi kepada siswa kami, dan memanggil wali muridnya," ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa membuat SMAN 1 Tenggarong bebas dan
bersih dari narkoba. Bahkan, pihak SMAN 1 memberlakukan syarat pendaftaran
siswa baru dengan melampirkan surat keterangan bebas narkoba.
AKBP Fadillah Zulkarnaen, Kapolres Kukar melalui Kaur Binops
Satreskoba Polres Kukar Ipda Darnuji. Ia mengatakan, tidak dipungkiri, narkoba
sudah menyasar di kalangan pelajar, termasuk di Kukar. Bahkan ada 4 siswa Kukar
tersandung kasus narkoba sepanjang 2017 ini, dalam bulan ini saja, ada 2 siswa
Kukar yang tersandung kasus narkoba, kegiatan tes urin ini merupakan program
pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak narkoba yang sekarang merajalela
dan dinyatakan sebagai darurat narkoba.
“Permasalahannya narkoba sendiri sudah menjamah di kalangan pelajar. Pertimbangan menggelar tes urin di SMAN 1 Tenggarong karena pihak guru menyatakan siap dilaksanakan tes urin. Ke depan, saya berharap sekolah lain bisa juga menggelar tes urin untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dari 200 pelajar yang dilakukan tes urin, semuanya dinyatakan negatif narkoba.”terangnya.aji/poskotakaltimnews.com